![]() |
| Kania Marlina |
Kania Marlina mahasiswa asal Cipadung memberikan pendapatnya seputar pertanyaan tersebut. Mengenai bagaimana memberikan sosialisasi kepada anak penderita Autis menurut Kania bahwa penderita autis itu memiliki dunianya sendiri, mungkin dalam artian mereka (penderita autis) memiliki dunianya sendiri dan tidak perlu untuk merubah dirinya sebagai orang normal. Kemudian pendapat ini ditegaskan oleh dosen Bpk. Muchtar Gazali, M.a.g bahwa anak penderita autis memang tidak perlu menjadikan dirinya sebagai orang normal, karena itu sudah merupakan takdir dari Tuhan, namun demikian penderita autis harus diberikan perlakuan yang spesial, artinya anak yang menderita autis membutuhkan perlakuan yang khusus dibandingkan dengan anak normal. Pada dasarnya para penderita ini memang memiliki potensi tertentu yang dimiliki secara konsentrasi, Bpk. Muchtar memberikan salah satu contoh tentang seorang penderita autis yang menjadi juara lomba renang. Dari contoh ini dapat disimpulkan bahwa penderita autis bukan berarti tidak memiliki potensi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
fisipana.blogspot.com